Pesona dan Manfaat Tanaman Lidah Mertua (Sanseviera)

Sumber : Sekar Juni 2009 & Nova Online
Lidah mertua masuk ke Indonesia sekitar tahin 1980-an dengan jenis laurentii dan trifasciata. Pamor lidah mertua semakin meroket karena penelitian NASA yang menyebutkan, bahan aktif pregnan glikosida yang terdapat di lidah mertua mampu menyerap 107 unsur yang terkandung dalam polusi udara. Maka, tidak salah kalau kita dianjurkan untuk meletakkan lidah mertua di dalam ruangan.
Selain bisa menghilangkan polusi, bentuknya yang meninggi dan tumbuh bergerombol membuat sebagian orang menjadikan tanaman ini sebagai pagar. Dibalik bentuk yang sederhana itu, lidah mertua juga dimanfaatkan menjadi benang dan bahan anyaman. Bahkan seratnya ada yang ditenun unutuk dijadikan pakaian. Pabrik tenun di Filipina misalnya, menggunakan serat lidah yang dikombinasikan dengan serat nanas sebagai bahan baku kain.
Di beberapa negara maju, lidah mertua digunakan sebagai bahan dasar parfum. Bila ingin membuktikan aromanya, cobalah berdiri di dekat lidah mertua saat sore hari. Tanaman ini akan menghasilkan wewangian. Terlebih ketika berbunga.
Untuk kesehatan, getah lidah mertua dapat digunakan sebagai obat antiseptik. Jika direbus, akarnya bisa dimnfaatkan untuk tonik penyegar rambut dan obat wasir. Sedangkan bagian daunnya bila dibakar, bisa menyembuhkan sakit kepala dan demam. Selain dibakar, daun juga dapat direbus untuk perawatan diabetes.
Perawatan Lidah Mertua
Tanaman ini bisa hidup dengan paparan sinar matahari maupn di dalam ruangan. Tapi bila ingin didimpan dalam ruangan, jangan lupa dijemur seminggu sekali agar tanaman tetap segar.
Penyiraman hanya perlu dilakukan 1-2 kali seminggu. Terlalu sering menyiram justru akan membuat tanaman ini dihinggapi bakteri. Ketika menanam juga pilih media tanam tanah, sekam bakar, pasir malang, dan pakis.
Untuk pemupukan, lidah mertua cocok dengan pupuk yang lambat urai seperti Osmocote, Dekastar, dan Magamp.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar